Strategic Roads Infrastructure Project
Latar Belakang
Pemerintah Republik Indonesia (GOI) memandang bahwa kemacetan lalu-lintas di ruas-ruas jalan antar kota dan perkotaan terutama di kota-kota besar dan sepanjang koridor utama wilayah pengembangan, dimana industri manufaktur terkonsentrasi, akan berdampak mengurangi pertumbuhan ekonomi negara secara makro.
Oleh karena itu, inisiatif untuk mengatasi kemacetan tersebut, terutama di jaringan jalan Nasional/Arteri Primer di Pulau Jawa dan sebagian kota di wilayah Sumatera, dilakukan oleh GOI melalui Ditjen Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan Nasional/Arteri Primer, yang apabila tidak secepatnya ditangani akan berakibat pula terhadap kerusakan jalan di samping kemacetan yang terjadi.
Untuk itu GOI dan World Bank (Bank Dunia) yang akan membiayai proyek, telah bersepakat untuk meningkatkan jaringan-jaringan jalan strategis tersebut melalui suatu usulan proyek yang dinamakan Strategic Roads Infrastructure Project atau disingkat SRIP, mencakup jaringan jalan nasional di kota besar dan antar kota di Pulau Jawa dan Sumatera.
Tujuan
Tujuan umum proyek SRIP adalah :
- Mengurangi traffic bottleneck
- Menciptakan kondisi jalan yang mantap dari waktu ke waktu
- Meningkatkan keselamatan pengguna jalan
- Meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi untuk pelayanan umum
Selain tujuan di atas, juga diharapkan melalui proyek ini dapat ditingkatkan koordinasi penanganan dan pengelolaan proyek, khususnya di bidang jalan baik di tingkat Pusat maupun Propinsi, melalui peningkatan kemampuan teknis instansi-instansi terkait.
Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan jasa konstruksi (civil works) semula 22 paket di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Sumatra dengan penanganan jalan baru (new road), peningkatan kapasitas jalan (capacity expansion/capex) dan perbaikan/pemeliharaan jalan (betterment), menjadi 19 paket karena terdapat 3 paket yang akan dan telah ditangani dengan dana lain.
- Pekerjaan jasa konsultansi merupakan Core Team Consultan (CTC) yang berada di bawah Direktorat Bina Program, Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum dengan mengkoordinasikan pekerjaan jasa konsultan supervisi yaitu Construction Supervision Consultant/CSC-1 yang berada di Direktorat Jalan dan Jembatan Wilayah Barat dan -Construction Supervision Consultant/CSC-2 untuk Direktorat jalan Bebas Hambatan dan Jalan Kota.
- Direktorat Bina Program Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum mewakili Bank Dunia sebagai Procurement Advisor Services (PAS), pada proyek Integrated Road Safety Management System (IRSMS-1) di Ditjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, dan Integrated Road Safety Management System (IRSMS-2) di Direktorat Lalu Lintas Polri.
Sasaran
| No | Sub. Komponen | Group 1 | Group 2 | Group 3 | Group 4 | Group 5 | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Non Metropolitan | |||||||
| - Jalan Baru | 22,150 | 32,230 | 54,380 | ||||
| - Peningkatan Kapasitas | 29,340 | 28,750 | 26,550 | 84,640 | |||
| - Peningkatan (Betterment) | 28,510 | 44,180 | 33,610 | 106,300 | |||
| - Jembatan / fly over | - | ||||||
| Performance Base Contract | |||||||
| - Jalan Baru | - | ||||||
| - Peningkatan Kapasitas | - | ||||||
Struktur Organisasi

